Saat manusia terhimpit cobaan yang teramat besar, amat teramat besar baginya. Kerap kali manusia dihadapkan pada keputus asaan. Muncul pertanyaan-pertanyaan di dalam batinya, apakah ini takdir yang Allah kehendaki bagiku? Lalu apa manfaat sebuah doa? Adakah mampu merubah takdir yang Allah kehendaki bagiku? Apakah masih ada harapan untuk setidaknya memanjaatkan doa pada Nya. Mengadu untuk didengarkan. Dan memohon agar dikabulkan.
Dalam keputus asaan manusia cepat-cepat mendefinisikan. Inilah takdir yang harus aku terima. Inilah kehendak Allah SWT yang harus ak ikhlaskan. Lalu dimana sebenarnya diletakkan hakikat sebuah Doa? Ya, Sebagai suatu bentuk praktik sempurna umat manusia percaya pada kebesaraan Allah ta’ala.
Jika lebih dalam dipahami, Takdir merupakan rahasia Allah. Tak satupun manusia di dunia ini mampu mengetahuinya. Lalu bagaimana munkin cepat-cepat menyimpulkan terhadap apa-apa yang memang belum manusia perjuangkan dengan sungguh-sungguh di dalam sujud keyakinannya dan usahanya.
Alih alih bersikap menerima kenapa tidak kau tengadahkan tanganmu? Allah sudah berjanji,  “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu..” (QS Al-Mu’min 60) Tidak percayakan pada JanjiNya? Disinilah, dalam sebuah Doa yang kau panjatkan dengan sungguh-sungguh. Perjuanganmu lebih besar dari rasa kehilanganmu. Perjuanganmu lebih besar dari rasa bersalahmu. Perjuanganmu lebih besar dari ketakutanmu. Perjuanganmu, adalah Keyakinanmu pada Nya. Setelahnya? Kamu akan bertemu dengan yang kerap disebut, bernama Ikhlas. (:
Advertisements