So let’s say that it is true bahwa memang perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk bersiap-siap di pagi hari dibandinkan laki-laki (belum tentu benar tapi mungkin rata-rata seperti itu). Pertanyaannya yg perlu diajukan adalah Mengapa?

Sebagian orang cenderung percaya bahwa anak laki-laki dan perempuan memang berbeda secara biologis dapat dikatakan bahwa perempuan secara alami lebih teliti dan peduli thd penampilan.

Sebagian orang yg lain menolak penjelasan biologis adalah hasil dari sosialisasi.  Bahwa putri-putri Disney dan para ibu mengajarkan gadis-gadis kecil  mereka  untuk menjadi “cantik” sehingga perempuan memprioritaskan hal ini (lebih dari tidur) sebagai remaja dan orang dewasa. Mereka melakukan ini secara otomatis karena mereka telah diinternalisasi ide-ide tsb.

Sosiolog A, bagaimanapun, mungkin akan berpendapat bahwa hal tersebut benar. Sebagai salah satu dari mereka, saya berpendapat bahwa alasan perempuan, rata-rata, menghabiskan lebih banyak waktu pada penampilan mereka karena 
(1) minimal untuk menjadi ‘rapi’ perempuan brbda dn laki2
(2) biaya sosial yang harus perempuan keluarkan untuk mengabaikan pernampilan lebih besar daripada yg dialami lk2. Ini bukan biologi maupun sosialisasi, tetapi realitas interaksi sosial yg menggambarkan perempuan bangun lebih awal drpd lk2. Kita belajar bahwa penampilan kita penting bagi orang lain, orang asing memang ga terlalu, selanjutnya pada teman, dan Bos atau pasangan terutama. Adanya imbalan dan hukuman yang berkaitan dengan seberapa baik kita sesuai dengan harapan mereka menjadikan kita membuat pilihan yang terukur. Kita berdandan bukan karena alamiah, atau karena kita robot yg disosialisasikan, tetapi karena itu layak atau, sebaliknya, kita tidak ingin membayar biaya yang masih harus dibayar ketika kita tidak berdandan.

 

Advertisements