Dari mana datangnya kekuatan mu menjalani kerasnya masa? Dari mana kekuatanmu berpikir jauh kedepan untukku?

Aku tak pernah bisa menyangka dan bertemu jawabnya.

Engkau adalah bentuk kasih sayang yang paling nyata.

Bentuk penjagaan yang paling ada yang pernah aku punya.

Kau, memberi aku kekuatan-menyapa fananya dunia di sana.

Jangan katakan lagi, jika kau tak ada nanti.

Aku benci mendengarnya. Aku.. selemah ini belum bisa sendiri.

Aku rindu, membuatkanmu kopi setiap pagi,

Aku rindu, teriakan panggilan setiap kau ingin makan, seolah makan mu tak enak jika tak ada aku di meja makan.

Mengambilkan nasi, menyiapkan handuk, menutup lemari setelah kau mengambil baju,

Ya kau memang tak telaten pada hal-hal kecil…atau sudah terbiasa ada yang melakukan hal itu untukmu.

Maaf, sekarang aku jauh,

Meski dengan alasan bekerja dan meraih tujuan, aku tetap merasa egois.

30 menit mendengarkan mu bercerita saja aku kerap menangis dihadapanmu.

Aku malu, terlihat rapuh, namun lebih malu sudah jarang ada disampingmu.

Aku ingin engkau tau, meski jauh aku tak pernah acuh.

Maaf, aku banyak memilih diam sampai bisa menyelesaikan masalah sendiri

Syaila yakin dan janji,  suatu hari nanti…

Lagi, tidak membatasi hangat dan tenang untukmu. Menemani tawamu, lelahmu, bosanmu, marahmu.

Saat ini munkin hanya akhir minggu yang bisa aku beri.

Maafkan aku. Aku janji hangat yang sempurna semua untukmu, saat aku sudah menjadi yang kuat nanti.

 

 

 

 

Advertisements