Lemah. Bodoh. Hina. Semua nista terasa ada padaku jika sedang begini.

Merasa paling sendiri ditengah orang yang sebenarnya bisa diajak bicara itu paling tidak enak.

Kalah oleh ceriwis dan piawainya orang lain juga paling tidak enak.

Memang aku begini.

Susah sekali seperti orang-orang yg dengan mudahnya memulai.

Ak jg tidak tahu kenapa.

Ah!Pada semua yang tuhan rencanakan. Baiknya pasrah saja. Buka kembali lembar Arrahman. Yang paling ampuh dalam mengingatkan.

Menulis,  krn ga banyak yang bisa mengerti walau aku ga bicara.

Ga banyak yang bisa mendengar bahkan ketika ku mau bicara.

Semua terlalu hore! Untuk benar-benar diberi makna. Saat piramida sosial smakin mengerucut, aku justru sulit menemukan orang orang tanpa kaca.

Aku jadi semakin ‘permukaan’saja. Bosan sekali dengan hingar bingar basa basi. Yang ujungnya hanya pemenangan ambisi.

Entah sampai kapan.

 

Advertisements