IMG_20140901_094756-1Perpisahan. Seperti momok besar yang kerap mengacaukan orang-orang yang benar-benar bersungguh pada apa yg dibangunnya.

Musuh bagi mereka yg menghargai perjuangan,

Penolakan bagi mereka yang mengusahakan penerimaan tiada batas.

Hambatan bagi siapa saja yg tak sibuk melihat sisi kurang orang lain.

Perpisahan. Kerap dengan sadis meruntuhkan konstruksi yg susah payah dibangun untuk segera selesai dengan diri sendiri.

Ikatan yang dengan ikhlas dikuatkan meski terus dihujami oleh celah cela

Ketulusan tanpa tuntutan yang justru dianggap hina

Pribadi yg senantiasa disesuaikan demi mencapai satu yang harmoni

Perpisahan mampu meluluh lantahkan seluruh harapan yang tadinya sangat dihindari

Sebagai sebuah excuse dari ketidakbijaksanaan pilihan

Terus saja.. bercanda-canda dalam hidup yang sangat dianggap serius ini. Yang dengan khidmat dihormati sebagai suatu yg tak boleh main-main.

Perpisahan memang tak bisa menghargai yang taken for granted namun munkin suatu saat nanti mampu menyadarkan indahnya menikmati waktu yang ada, Indahnya menyempurnakan ketidaksempurnaan, indahnya mengusahakan.. dan melawan keegoisan hati yang kerap tak berkecukupan

Indahnya, diterima apa adanya.

Perpisahan, meski bersusah payah menghidarinya tetap saja bukan suatu yang dapat kita kendalikan.

Tapi bukan juga pembenaran dari setiap ketidak siapan diri pada konsistensi pilihan.

Meski menjadi suatu yang amat dibenci. . tetap saja pada akhirnya harus menjadi pilihan orang yang harus segera berpulang pada harga diri sendiri.

Pada akhirnya tak juga bisa membenci, meski sudah menganggap jadi bagian lelucon orang-orang yg belum siap bertanggung jawab pada pilihannya

Munkin lebih baik coba menertawakan lelucon yg sudah dibuat ini,  yg sudah memporak porandakan keindahan berproses..

Tertawa. Pada diri sendiri yang sudah lemah pada perpisahan.

Advertisements