Pada satu Ibu, kuat juga pekat doa-doa dirangkum menghapus seluruh garis-garis sendu yang bersisian.

Pada satu Ibu, sudah dipapar, mengisak-isak kuat meminta maaf.

Meracau gelisah yang telah lama meradang.

Hanya Ibu yang kembali mencumbu, memeluk salahku.

mengampuni meredup jauh ragu. menguat lupa seluruh bongkah-bongkah amarah.

bersama Ibu, kembali menyusuri pekat nan gelap yang tak boleh berujung sekat.

bersama Ibu, merajut kembali langkah menunggu sang pagi. Menunggu semerbak bunga yang tumbuh dari taburan bibit suci yang harum. Tak sedikitpun ibu meragu, justru memaparkan banyak waktu untuk melaju.

Advertisements