Tersipu pada satu ruas yang patut diberi mahkota semu.

menghujam, sejak januari lalu…

disudut tanduk-tanduk tajam terkoyak oleh banyak pilu

Sampul-sampulnya masih meninggalkan jejak. Tak sedikitpun tersapu.

Hanya saja tak mampu bersiteru lebih baik membiarkan satu per satu dilucuti oleh waktu.

Hingga terkuak semua jalan tuhan tanpa dipagari ragu.

Ini tak pantas disebut candu, hanya benang-benang tak tau malu

memang aku jatuh, namun tak layak jika terus menerus berada di cengkraman yang tabu

dari mahkota tua yang layu, tersipu,  menunggu Desember berlalu.

Advertisements